Wednesday, May 21, 2014

Perempuan Menolak Infotainment,,,

Media khususnya televisi dari hari ke hari semakin tidak bisa diandalkan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Mulai dari tayangan berita yang berpihak pada kepentingan tertentu hingga tayangan hiburan yang berakibat negatif bagi penecrdasan masyarakat.

Tidak perlu terlalu jauh menyoroti pornografi. Beberapa tayangan yang kelihatannya menghibur justru dibaliknya mengandung efek jangka panjang yang merusak mental masyarakat terutama kaum perempuan.
Kaum perempuan sangat dekat dengan gosip dan perkumpulan-perkumpulan untuk bercerita. Dalam kelas yang berbeda perempuan membuat perkumpulan arisan namun intinya kurang lebih sama, menjadi perkumpulan untuk berbagi cerita.

Ada beberapa hal mendasar mengapa perempuan harus menolak untuk menonton infotainment:

Infotainment = sinetron?
Saat ini susah membedakan antara kisah sinetron dan kisah dalam infotainment. Televisi menjadi penuh dengan drama kehidupan baik fiksi ataupun kisah nyata semua menjadi tontonan bersama. Masalah yang seharusnya cukup menjadi konsumsi keluarga lantas menjadi konsumsi publik hanya karena salah satu yang terlibat dalam masalah tersebut di kenal sebagai selebritis, pernah membintangi sebuah iklan, atau malah hanya figuran dalam salah satu sinetron.
Drama rumah tangga, perceraian, perselingkuhan, semua bisa kita temui dalam infotainment. Pasangan suami-istri yang saling menjelekkan pasangan masing-masing, mantan kekasih yang saling menjelek-jelekkan, atau pamer kemesraan pasangan baru yang beberapa minggu kemudian berpisah.
Infotainmen mengulas masalah pribadi yang tidak layak menjadi konsumsi publik

Budaya Instant
Infotainment juga menjadikan seorang pendatang baru meroket melalui gosip pribadi. Kerja keras dan pencapaian seakan dilupakan. Masyarakat lebih banyak mengenal seseorang karena gosip yang muncul diinfotainment. Vicky Prasetyo dan keluarganya lantas menjadi selebritis dadakan tanpa kinerja atau prestasi apa-apa dalam dunia pertelevisian. Menjadi masalah ketika media membawa persoalan pribadi menjadi persoalan publik, dan tidak bisa lagi dibedakan mana fakta dan mana sensasi untuk mendulang penonton semata (jurnal perempuan, 67 tahun 2010).

Tidak mendidik
Masih jelas teringat bagaimana pertengkaran dan perkelahian antara julia perez dan dewi persik ditayangkan berulang-ulang di televisi. Perkelahian tersebut adalah perkelahian yang disebabkan oleh masalah sepele, namun hampir setiap hari masyarakat dipertontonkan dengan narasi yang kadang berlebihan. Masalah pertikaian antar selebriti oleh infotainment dikesankan sama besar atau lebih besar daripada masalah perubahan iklim yang mengancam kehidupan umat manusia.

Perlu diketahui bahwa segala hal yang terdapat di televisi adalah bisnis. Bisnis tergantung pada permintaan pasar. Jika kita bisa berhenti menonton infotainment, maka stasiun televisi tidak akan menayangkannya karena tidak akan ada iklan mau jadi sponsor.

Muatan infotainment dari hari ke hari semakin tidak mendidik dan mecerdaskan, dan cenderung memberi informasi yang tidak berguna bagi perempuan. Kebanyakan perempuan menghabiskan waktu di depan televisi untuk menyaksikan infotainment dan sinetron. Mari kita ramai-ramai menolak infotainment, agar tayangan ini tidak lagi muncul di televisi kita,,,

Monday, February 22, 2010